KETELADANAN DAN ETOS KERJA YANG TINGGI
Tanggal : 12/04/2010, dibaca 59 kali.
 Keteladanan Dan Etos Kerja Yang Tinggi
Oleh : Tarman Budianto *)
Secara psikologis, pegawai negeri sipil (PNS) sudah sedikit tenang dengan gaji yang tetap serta jaminan pensiun untuk hari tua. Secara sosial, dimata masyrakat paling tidak PNS mempunyai strata yang setingkat lebih tinggi bila dibandingkan dengan masyrakat sipil lainnya. Dan banyak lagi sisi positif lainnya yang dapat dimiliki oleh penyandang predikat PNS ini. Ironisnya, semua fasilitas tersebut justru membuat terlena sebagian besar PNS yang berdampak pada etos kerja masing masing individu menjadi rendah, lebih disayangkan lagi, dampak tersebut sudah menjadi budaya yang turun menurun dari generasi ke generasi. Untuk itu, menurut hemat penulis, ada beberapa hal mendesak yang perlu dilakukan oleh pihak pihak yang bersangkutan dengan permasalahan ini. Berberapa hal tersebut meliputi : kesadaran bersama yang ditunjang dengan peraturan, keteladanan pemimpin serta evaluasi bersama.
Kesadaran bersama yang ditunjang dengan peraturan akan lebih mempunyai kekuatan apabila dibandingkan dengan kesadaran secara individual. Kesadaran ini perlu dibangun dalan setiap jiwa PNS, baik generasi tua maupun yang baru. Sinergisitas antar komponen PNS akan memberikan kekuatan tersendiri dalam mewujudkan kesadaran bersama sehingga lambat laun akan dapat meningkatkan etos kerja PNS secara keseluruhan. Peraturan yang dibuat hendaknya memperhatikan karakteristik lingkungan serta budaya masyarakat lokal sehingga tidak terjadi miss dalam melaksanakan peraturan tersebut. Selain pembuatan peraturan yang tepat, peraturan tersebut juga harus dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.
Keteladanan pemimpin mempunyai faktor yang besar dalam mewujudkan etos kerja PNS. Menjadi pioner perubahan sepintas memang nampak sebuah harapan yang sepele, Namun bila dicermati dengan baik, Salah satu krisis yang melanda bangsa Indonesia saat ini adalah krisis figur pioner yang berani dan mampu melakukan perbaikan terhadap etos kerjanya. Kadang kadang sebagian PNS enggan melakukan hal perubahan, karena tidak ada yang memulai, padahal semuanya tahu mana yang benar dan mana yang kurang baik, untuk itu sebagai pemimpin yang dipercaya pemerintah tentunya mempunyai pengaruh yang besar terhadap pola kerja bawahannya. Kekuatan inilah yang menurut hemat penulis mampu memberikan totalitas perubahan, Namun, Apabila semua kekuatan ini hanya berlalu sia sia dan tidak dimanfaatkan secara tepat, Maka sama saja meruntuhkan negara sendiri secara perlahan lahan namun pasti.
Langkah yang terakhir adalah mengevaluasi setiap perubahan yang terjadi secara berkala. Evaluasi ini dapat dilakukan secara intern maupun ekstern. Evaluasi intern melibatkan berbagai komponen dalam lembaga tersebut. Sehingga muncul berbagai otocritic yang selanjutnya dapat memberikan perbaikan yang berarti dalam rangka mewujudkan etos kerja PNS yang tinggi. Budaya ewuh pekewuh nampaknya tidak cocok diterapkan dalam evaluasi ini. PNS harus berani memberi dan menerima kritik secara terbuka dan legowo, baik dari atasan maupun bawahannya demi kebaikaan bersama. Sedangkan evaluasi extern dapat dilakukan dengan cara mengkomparasikan pelaksanaan pola kerja tersebut dengan lembaga lainnya yang sudah berhasil mewujudkan etos kerja yang tinggi.
Perubahan pola kerja yang dibarengi dengan keteladanan dari pemimpin akan memberi dampak yang luar biasa terhadap etos kerja bawahannya dan selanjutnya akan berdampak pada keberhasilan kinerja lembaga yang akhirnya secara tidak langsung akan memberikan sumbangan yang besar terhadap penyelesaian masalah bangsa yang lebih komplek ini. Sehingga tidak akan kita temukan lagi orang berseragam PNS yang berkeliaran pada waktu jam kerja, PNS yang bolos karena kelamaan cuti serta berbagai pelanggaran etika lainnya yang disebabkan minimnya etos kerja mereka. Wallahuala
Pengirim : Kembali ke Atas
|