LOGIN MEMBER

Username:
Password :
         

PILIH BAHASA

Statistik

  Visitors : 7388 visitors
  Hits : 246 hits
  Today : 17 users
  Online : 4 users
:: Kontak Admin ::

tarman_060708    

Agenda

06 September 2010
M
S
S
R
K
J
S
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Artikel

KETELADANAN DAN ETOS KERJA YANG TINGGI

Tanggal : 12/04/2010, dibaca 59 kali.

Keteladanan Dan  Etos Kerja Yang Tinggi
Oleh : Tarman Budianto *)

Secara psikologis, pegawai negeri sipil (PNS) sudah sedikit tenang dengan  gaji yang tetap  serta jaminan  pensiun untuk hari tua. Secara sosial, dimata masyrakat paling tidak  PNS mempunyai strata yang setingkat lebih tinggi bila dibandingkan dengan masyrakat sipil lainnya. Dan banyak lagi sisi positif  lainnya yang dapat dimiliki  oleh penyandang predikat PNS ini. Ironisnya, semua fasilitas tersebut  justru membuat terlena sebagian besar PNS yang berdampak pada  etos kerja masing masing individu  menjadi rendah, lebih disayangkan lagi, dampak tersebut sudah menjadi budaya yang turun menurun dari generasi ke generasi. Untuk itu, menurut hemat penulis, ada beberapa hal mendesak yang perlu dilakukan oleh pihak pihak yang bersangkutan dengan permasalahan ini. Berberapa hal tersebut meliputi : kesadaran bersama yang ditunjang  dengan peraturan, keteladanan pemimpin serta evaluasi bersama.
Kesadaran bersama yang ditunjang dengan peraturan akan lebih mempunyai  kekuatan apabila dibandingkan dengan kesadaran secara individual. Kesadaran ini perlu dibangun dalan setiap jiwa PNS, baik generasi tua maupun yang baru. Sinergisitas antar komponen PNS akan memberikan kekuatan tersendiri dalam mewujudkan kesadaran bersama sehingga lambat laun akan dapat meningkatkan etos kerja PNS secara keseluruhan. Peraturan yang dibuat hendaknya memperhatikan karakteristik lingkungan serta budaya masyarakat lokal sehingga tidak terjadi miss dalam melaksanakan peraturan tersebut. Selain pembuatan peraturan yang tepat, peraturan tersebut juga harus dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.
Keteladanan pemimpin mempunyai faktor yang besar dalam mewujudkan etos kerja PNS. Menjadi pioner perubahan sepintas memang nampak sebuah harapan yang sepele, Namun bila dicermati dengan baik, Salah satu krisis yang melanda bangsa Indonesia saat ini adalah krisis figur pioner yang berani dan mampu melakukan perbaikan terhadap etos kerjanya. Kadang kadang  sebagian PNS enggan melakukan hal perubahan, karena tidak ada yang memulai, padahal semuanya tahu mana yang benar dan mana yang kurang baik, untuk itu sebagai pemimpin yang dipercaya pemerintah tentunya mempunyai pengaruh yang besar  terhadap pola kerja bawahannya. Kekuatan inilah yang menurut hemat penulis mampu memberikan totalitas perubahan, Namun, Apabila semua kekuatan ini hanya berlalu sia sia dan tidak dimanfaatkan secara tepat, Maka sama saja meruntuhkan negara sendiri secara perlahan lahan namun pasti.
Langkah yang terakhir adalah mengevaluasi setiap perubahan yang terjadi secara berkala. Evaluasi ini dapat dilakukan secara intern  maupun ekstern. Evaluasi intern  melibatkan berbagai komponen  dalam lembaga tersebut. Sehingga muncul berbagai otocritic yang selanjutnya dapat memberikan perbaikan yang berarti dalam rangka mewujudkan etos kerja PNS yang tinggi. Budaya ewuh pekewuh nampaknya tidak cocok diterapkan dalam evaluasi ini. PNS harus berani memberi dan menerima kritik secara terbuka dan legowo, baik dari atasan maupun bawahannya demi kebaikaan bersama.  Sedangkan evaluasi extern dapat dilakukan dengan cara mengkomparasikan  pelaksanaan pola kerja tersebut  dengan lembaga  lainnya yang sudah berhasil mewujudkan etos kerja yang tinggi.
Perubahan pola kerja yang dibarengi dengan keteladanan dari pemimpin akan  memberi dampak yang  luar biasa terhadap etos kerja bawahannya dan selanjutnya akan berdampak pada keberhasilan kinerja lembaga yang akhirnya secara tidak langsung akan memberikan sumbangan yang besar terhadap penyelesaian masalah bangsa yang lebih komplek ini. Sehingga tidak akan kita temukan lagi  orang berseragam PNS yang berkeliaran pada waktu jam kerja,  PNS yang bolos karena kelamaan cuti serta berbagai pelanggaran etika lainnya yang disebabkan minimnya etos kerja mereka. Wallahuala
 



Pengirim :
Kembali ke Atas


Artikel Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas